www.yuendang.cc.cc Setup / Sign in
caproen
Search by Name
Budaya&Wisata
Travel (Budaya&Wisata)

Selasa, 19 Juli 2005 15:27

Kapanlagi.com - Kota Sawahlunto memiliki sejumlah kawasan wisata Kota Lama diantaranya berupa sebuah bunker PLTA dan kereta api yang baru dibuka yang cukup potensial dikembangkan sebagai objek pariwisata peninggalan eks kolonial Belanda.

"Saat ini berbagai upaya penggalian benda-benda bersejarah peninggalan Belanda itu terus dilakukan termasuk mengoleksi setiap benda yang ditemukan," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Peninggalan Bersejarah Kota Sawahlunto, Dra. Sri Setyawati, MA di Padang, Selasa.

Ia mengatakan itu sehubungan dengan adanya bunker bekas PLTA yang dibangun penjajah Belanda pada tahun 1860-an yang kini dijadikan warga setempat sebagai gudang karena tidak lagi berfungsi akibat semakin berkurangnya debit air pembangkit turbin PLTA.

Sri menjelaskan, di dekat bunker itu telah didirikan sebuah masjid yang sampai saat ini masih dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat ibadah. Di bawah masjid juga digunakan sebagai gudang penyimpanan senjata lama.

"Sejumlah senjata perang yang merupakan benda-benda cagar budaya yang berhasil ditemukan terdiri atas bermacam-macam jenis diantaranya granat tangan yang ada mesiunya (serbuk peledak), rangkaian senjata api, peluru dan peralatan perang lainnya," katanya.

Bunker itu, kata Sri, penting dibuka guna menggali sejarah atau tinggalan-tinggalan bersejarah di Kota Sawahlunto sebagai salah satu aset potensial di sektor pariwisata.

Lebih jauh ia mengatakan, sejumlah benda-benda milik Kerata Api Kota Sawahlunto dulunya dan diamankan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan diserahkan kembali ke Pemko Sawahlunto.

"Secara lisan kita sudah menyampaikan keinginan untuk meminta kembali benda-benda KA itu untuk dikembalikan ke Pemko Sawahlunto guna dipajang di museum khusus yang segera dibangun," katanya.

Untuk merevitalisasi keberadaan bunker PLTA dan KA itu, membutuhkan dana yang cukup besar. Sri memperkirakan besaran dana revitalisasi itu mencapai ratusan miliar rupiah.

"Revitalisasi bangunan bunker tersebut harus disesuaikan pada bentuk dan warna pada awalnya tanpa menghilangkan keasliannya. Sedangkan untuk mendukung upaya pemeliharaan serta upaya konservasi perlu dibangun perkantoran,"



Shipping and handling / Return policy / Payment details
Waterboom Sawahlunto

Ditulis oleh jufrisyahruddin di/pada Juni 6, 2007

waterboom2.gif

Pernahkah anda ke Muaro Kalaban Sawahlunto dan menikmati dendeng batokok di sana? Sekarang daerah yang terletak di Jalan Lintas Sumatera antara kenagarian Silungkang dan Padang Sibusuk ini kian masyhur saja. Jika selama ini Muaro Kalaban Sawahlunto hanya dikenal karena dendeng batokok dan usaha pendulangan emasnya, ternyata kini memiliki daya tarik lain dan menjadi primadona wisatawan di Sumatera Barat karena di sana terdapat sebuah objek wisata baru yang dikenal dengan Waterboom Muaro Kalaban.

Pembangunan objek wisata Waterboom Muaro Kalaban merupakan sebuah gebrakan baru di dunia pariwisata Sumatera Barat. Walikota Sawahlunto Ir.H. Amran Nur memang begitu cerdik membaca peluang investasi di daerahnya. Berdirinya objek wisata Waterboom adalah sebuah keberanian Amran Nur mencari sumber pendapatan asli daerah.

Tempat berdirinya objek wisata Waterboom Muaro Kalaban tersebut dulunya hanya sebuah objek pemandian biasa yang dikenal dengan pemandian Bina Ria Air Dingin Muaro Kalaban. Lokasi pemandian ini tidak berkembang dengan baik sehingga tak banyak bisa diharapkan sebagai sumber PAD kota Sawahlunto. Sebagai objek pemandian, pengunjung yang datang ke sana jumlahnya kecil sekali.

Walikota Amran Nur kemudian meninjau lokasi pemandian tersebut dan memutar otak bagaimana cara memajukannya. Sebuah ide yang cemerlang lahir dari kepala sang Walikota, dan ia kemudian memutuskan untuk menyulap lokasi pemandian itu menjadi sebuah arena Waterboom. Berbagai fasilitas pendukung lalu dibangun dilokasi objek wisata tersebut. Walikota mempercayakan design Waterboom ini kepada Kepala Museum dan Benda Bersejarah Ir. Rika Cheris dan Kadinas Pariwisata Hendri Thalib.

Lokasi pemandian ini memang cukup unik karena kolam-kolam renangnya terletak di sebuah lekukan atau cekungan bukit. Empat buah kolam yang dibangun di situ bagaikan kuali besar sehingga tampak bagaikan lembah. Justru itu, pembangunan waterboom amat mudah dilakukan. Sejumlah sarana peluncur pun dibuat. Sekarang ada lima tempat meluncur dari bukit-bukit yang ada di situ. Ada peluncur untuk orang dewasa dan ada untuk anak-anak. Selain itu, juga ada pemandian bagi anak di bawah lima tahun.

Keunikan lokasi pemandian Waterboom itu menambah daya tarik pengunjung yang datang ke sana. Para anggota keluarga yang tak ikut mandi-mandi dan meluncur dapat menyaksikan para peluncur dan perenang dari bukit-bukit sekitar Waterboom itu. Memang tak terasa waktu berlalu kalau sudah duduk menyaksikan lokasi pemandian yang penuh para perenang dan orang-orang yang bersiluncur.

Agaknya Walikota dan jajarannya tidak pernah mengira bahwa objek wisata Waterboom Muaro Kalaban akan begitu menarik bagi wisatawan. Namun setelah beroperasi beberapa lama, pengunjung membludak datang ke arena Waterboom. Secara berangkai informasi tentang Waterboom ini menyebar di seluruh pelosok Sumatera Barat khususnya dan daerah provinsi tetangga umumnya. Jika semula lokasi ini hanya dikunjungi masyarakat sekitar kota Sawahlunto, maka sekarang nama Waterboom Muaro Kalaban itu telah dikenal masyarakat luas.

Walikota Sawahlunto Ir. H. Amran Nur dalam keterangannya kepada penulis mengatakan bahwa investasi yang ditanam Pemko Sawahlunto sebesar Rp. 10 milyar. Waterboom itu diresmikan pada tanggal 1 Januari 2007 yang lalu. Saat ini arena Waterboom ini dikunjungi oleh segala lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, sampai kepada orang dewasa laki-laki dan perempuan. Setiap hari lokasi ini selalu ramai oleh wisatawan. Menurut data yang diperoleh, setiap hari ratusan pengunjung menyerbu objek wisata itu.

Pada hari Minggu dan hari libur pengunjung Waterboom Muaro Kalaban bisa mencapai 3 hingga 4 ribu orang. Sementara itu, hari Sabtu jumlah pengunjung diperkirakan lebih dari 2 ribu orang dan hari-hari biasa sekitar seribu orang.

Lonjakan pengunjung seperti ini agaknya tidak pernah terbayangkan oleh pemko Sawahlunto. Sebuah ide kecil tentang Waterboom rupanya telah menuai hasil yang maha besar. Pendapatan asli daerah yang diperoleh dari objek wisata baru ini memang tidak tanggung-tanggung.

Sekarang mari kita hitung secara kasar saja PAD kota Sawahlunto dari Waterboom ini. Untuk hari biasa harga karcis masuk 5 ribu per orang mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Untuk hari Sabtu harga karcis naik menjadi 7500 rupiah per orang sedangkan hari libur harga karcis menjadi 10 ribu per orang. Jika rata-rata pengunjung Waterboom seribu orang per hari dikalikan harga karcis 7 ribu lima ratus saja, maka uang yang masuk ke kas daerah Sawahlunto mecapai 225 juta sebulan. Sebuah income yang fantastis dari sebuah investasi kecil.

Pelayanan

Pengelola objek wisata Waterboom Muaro Kalaban terus berupaya memberikan pelayanan kepada pengunjung semaksimal mungkin. Di sekitar lokasi disediakan arena perbelanjaan makanan dan minuman bagi pengunjung. Selain itu, arena parkir pun disediakan bagi wisatawan.

Di dalam lokasi Waterboom, petugas juga memberi palayanan kepada wisatawan dengan alat pengeras suara. Para perenang dan peluncur memang terus diingatkan agar hati-hati dan menjaga keselamatan saat meluncur dan berenang. Kecelakaan mudah terjadi kalau salah meluncur mengingat lokasi peluncuran yang cukup curam.

Di samping itu, pengelola juga menyediakan pndok-pondok kecil di sekitar pemandian, toilet dan kamar ganti. Akan tetapi, sarana yang ada masih kurang terpelihara dengan baik. Hal ini disebabkan pengunjung ribuan jumlahnya. Kamar ganti pakaian, misalnya, terlihat genangan air. Hal ini membuat pengunjung kurang nyaman.

Arena parkir pun masih sempit. Ini memang bukan salah pengelola karena daerah itu memang sudah sempit karena berada di pinggir jalan Lintas Sumatera. Kalau lokasi itu bisa dibebaskan, tentu akan lebih baik. Jika pengunjung tumplek ke sana, arena parkir tidak kuasa lagi menampung kendaraan yang datang.

Souvenir

Kota Sawahlunto yang juga disebut dengan Kota Arang kini kian terkenal berkat pemandian Waterboom Muaro Kalaban ini. Walikota Amran Nur dan Wakil Walikota Fauzi Hasan telah berhasil mewujudkan salah satu visi kota yakni Sawahlunto Kota Wisata Tambang yang Berbudaya.

Walikota Amran Nur menjelaskan bahwa sector pariwisata ini akan tetap digalakkan. Selain objek Waterboom, Pemko juga menyediakan objek wisata lainnya yaitu taman satwa Kandi yang terletak di lokasi tambang sekitar 20 Km ke utara Muaro Kalaban. Bukan itu saja, gelanggang pacuan kuda juga disediakan sebagai arena untuk penikmat dan peminat pacu kuda.

Kita mengharapkan agar kota Sawahlunto tetap menjadi kenangan bagi wisatawan yang berkunjung kesana. Untuk itu, pemerintah kota perlu menyediakan arena penjualan souvenir di lokasi Waterboom dan objek wisata lainnya. Souvenir yang disediakan bisa berupa baju kaus bertuliskan Kota Arang, mainan kunci, topi, atau cenderamata dari batu bara, dan lain-lain.
 
Budaya(2)  -  C4pr03n(2)  -  My Distro(1)  -  News(1)  -  My City(1)  -  Sport(1)  -  Industri(1)  -  yuendang(1)
Caproen My Templet
Address : khatib sulaiman, sawahlunto,sumatera barat, Indonesia, 27425 | Fax : - | Email : | Instant messenger : (Yahoo!) | Name : endang purnama | Company : bisnis